Future factory plant and energy industry concept in creative graphic design. Oil, gas and petrochemical refinery factory with double exposure arts showing next generation of power and energy business.
in

VIRTUAL REALITY, KUATKAN SENSE OF PRESENCE SAAT TRAINING

JAKARTA – Pertumbuhan permintaan pelatihan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pada industri-industri berkembang kian meningkat. Industri tersebut mulai membutuhkan pelatihan K3 dengan menggunakan simulasi VR (Virtual Reality). VR dianggap aman bagi peserta pelatihan karena tidak membutuhkan kehadiran nyata di lapangan yang terdapat bahaya dan risiko tinggi. Sedangkan VR juga menguntungkan bagi perusahaan karena mampu menekan anggaran pelatihan dengan baik.

Selain itu, teknologi VR menyediakan simulasi yang seolah nyata sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Peserta yang menggunakan headset VR, dapat mengeksplorasi “kehidupan virtual” sama seperti yang ia lakukan di kehidupan nyata. Bahkan suara yang ada pada headset VR mampu menciptakan lingkungan yang seolah nyata karena suara dapat hadir dalam versi tiga dimensi. Jadi misalnya ketika sang peserta mendengar ada suara crane jatuh, ia bisa bergerak seolah menghindari crane tersebut. Ilusi seperti inilah oleh bahasa psikologi yang dinamakan sense of presence.

Teknologi VR ini juga dapat membuat para peserta pelatihan menjadi lebih fokus dan tertarik. Harus diakui, bahwa pelatihan kadang menjenuhkan karena peserta hanya duduk saja di kursi mendengarkan instruktur menjelaskan materi. Materi yang disampaikan pun biasanya juga berupa teori yang terkadang juga mudah terlupakan oleh peserta. Dengan adanya VR, peserta bisa dapat mencoba langsung apa yang nantinya akan mereka hadapi di lapangan. Penggunaan VR pada pelatihan pun dapat mencegah peserta dari distraksi karena saat headset VR dikenakan, mereka langsung masuk ke dunia virtual untuk menjalankan “pekerjaan”.

Kelebihan menggunakan VR pada pelatihan K3 adalah pemangkasan anggaran yang cukup signifikan. Adanya VR, tentu perusahaan tidak wajib mendatangkan instruktur untuk melatih pekerja barunya, karena pengalaman bekerja di lapangan dapat diciptakan di lingkungan virtual. Jika peserta ingin belajar dan berlatih lagi, mereka dapat menggunakan VR kembali tanpa harus mengeluarkan biaya.

Di Indonesia sendiri, teknologi VR sudah banyak dilakukan pada industri berkembang seperti konstruksi, layanan kesehatan, militer, dan lainnya. Revolusi baru sistem pelatihan kesehatan dan keselamatan menggunakan VR ini tentu akan semakin terus berinovasi kedepannya sesuai kebutuhan zaman.

(DS)

What do you think?

Written by Risa Praptono

IMPLEMENTASI K3 PADA WORK FROM HOME

INDUSTRI MANUFAKTUR PILIH VR, INI TIGA ALASANNYA